Sabtu, 28 Juni 2014

Takdir Allah

Ketika Allah mentakdirkan aku tuk berpisah dengan Ayah .

Sakit yang kurasa itu sangat luar biasa . Ingin rasanya mendambakan seorang ayah tuk selalu hadir disamping kita, menopang kita dan slalu buat kita tersenyum .

Namun, itu lah takdir Allah yang menghasilkan beribu alasan atas semua .

Aku tetap bersyukur walau hati teriris .
Aku tetap menikmati hidup dengan indah meski harus melewati derai air mata .

Kini, yang aku punya hanyalah dia, seorang lelaki yang aku percaya kan bawa kebahagiaan di masa depan .

Yang aku percaya buat ku selalu tersenyum saat air mata mulai terjatuh dan berusaha mengusap nya .

Hingga detik itu tiba, dalam hatiku, apalagi rencana Allah?

"Aku sudah tidak menyayangimu lagi"

Iya, kata kekasihku,
Rasanya sakit ketika ia memutuskan hubungan :')

Allahhh, bantu aku
Aku merasa tak punya siapa2 lagi, aku hanya ingin merasakan bahagia yg tak pernah ku alami semenjak 13 tahun yg lalu .
Allah, sakit rasanya ditinggalkan oleh seorang yg ku percaya . Sulit memahami semua yg terjadi .
Bantu aku ya Allah .
Aku terlalu sulit melepaskan nya .
Terlalu pahit tuh merelakan nya Allah .
Dalam hatiku berfikir ...
Ayah? Tidak ada lagi,
Ibu? Ya, sibuk dengan keluarga barunya .
Lelaki yang aku banggakan? :')

Sabar . Kunci utama hidupku :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar